Melahirkan Hafidz Alquran di Rumah Belajar Miranda

duta-besar-berfoto-bersama-maya-miranda-ambarsari-selaku-founder-_160301140216-338

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rumah Belajar Miranda merupakan satu tempat belajar yang diperuntukkan bagi anak-anak kurang mampu mendapat pelajaran tambahan di luar pendidikan resmi. Berbagai program, mulai dari bahasa Inggris, matematika, belajar baca dan tulis hingga taman pendidikan Alquran.

Menariknya, semua itu bukan sekadar pelajaran tambahan, namun program profesional yang sengaja dibeli franchise-nya untuk diterapkan di rumah belajar.

“Untuk mendapat semua pelajaran itu, anak-anak tidak dikenakan biaya. Atau berapa pun yang mereka bisa, kita terima. Mau lima ribu, dua ribu, kita terima,” ujar Maya Miranda Ambarsari, founder dan juga pemilik Rumah Belajar Miranda kepada Republika.co.id beberapa waktu lalu.

Rumah Belajar Miranda berada di bilangan Sawo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menurut Maya, kehadiran rumah ini tidak serta merta mudah. Ada satu proses dan tujuan penting yang ingin dicapai Maya.

Berawal dari ibunya yang mendirikan majelis taklim di rumah tersebut. Majelis tersebut bertujuan mengembangkan sumber daya ibu-ibu dari golongan masyarakat kelas menengah ke bawah yang berada di sekitar lingkungan rumah tersebut.

“Rumah sini kan memang dekat dengan pasar Cipete. Jadi banyak ibu-ibu yang beraktifitas di pasar diajak untuk berkembang,” ujar Maya.

Program pengembangan yang ditawarkan pun beragam. Mulai dari kelas kecantikan, kelas pengelolaan uang, hingga pemberian dana pinjaman modal usaha yang bisa dikembalikan kapan saja oleh para ibu-ibu.

Sepeninggal sang ibu, Maya yang melanjutkan kegiatan tersebut. Namun melihat banyaknya anak-anak di sekitar pasar, membuat Maya tergerak mengembangkan kegiatan itu menjadi lebih besar.

Dari situlah semuanya bermula. Ia memutuskan menjadikan rumah mewah dua lantai tersebut menjadi rumah belajar bagi anak-anak dan orang tua.

“Sedih melihat anak-anak ‘keleleran’ di pasar sementara ibu dan bapaknya bekerja. Dari situ saya terinspirasi dan mendekati para ibu agar anak-anaknya belajar di Rumah Belajar Miranda,” kata dia.

Hingga kini sudah terdapat 500 anak yang secara rutin beraktivitas. Dari pagi hingga malam. Bahkan Maya juga merekrut guru-guru terbaik yang digaji secara profesional untuk membimbing anak-anak.

Dari semua program, ada satu yang coba didorong oleh Maya. Yakni taman pendidikan Alquran, yang di dalamnya memiliki kelas hafidz Alquran.

Bagi Maya, dengan apa yang ia lakukan saat ini hanya sebagai pengantar. Nantinya ia tidak bisa berbuat banyak atau menentukan “anak-anaknya” itu menjadi apa.

“Sudah pasti agama adalah dasar yang penting. Kalau akhlak mereka baik, Insya Allah mereka akan terus menjadi pribadi yang baik,” ujar Maya.

Untuk program tersebut Maya mendatangkan guru dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Leave Comment