Maya Miranda Ambarsari Berdayakan Perempuan dan Anak Tak Mampu

660

DI balik kesuksesannya sebagai pengusaha di bidang pertambangan dan properti, sosok Maya Miranda Ambarsari tidak pernah lupa untuk berbagi kebahagiaan dan mewujudkan mimpi sejumlah anak tak mampu dan kaum ibu serta lansia lewat beragam program pendidikan sebagai bekal mereka.

Ditemui di sebuah acara wisata rohani bersama kaum ibu dan lansia di Cisarua, Jawa Barat, belum lama ini, Maya tampak sangat bersyukur dan bahagia melihat kebahagiaan dari ratusan ibu dan lansia yang diboyongnya berwisata sebagai wujud ungkapan syukurnya dan ingin berbagi kebahagiaan dengan kaum minoritas yang dibinanya dalam Rumah Belajar Miranda (RBM).

Maya mengungkapkan bahwa kegiatan sosial yang dibinanya ini merupakan peninggalan dari sang ibu yang telah lebih dulu berpulang.

“Dulu, ibu saya menjalankan kegiatan majelis taklim bernama Ummul Choir di daerah Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Majelis taklim ini didirikan untuk mengembangkan sumber daya kaum ibu dari kelas menengah ke bawah yang berada di sekitar lingkungan rumah orangtua Maya.

Dari hanya pengajian, Majelis Taklim Ummul Choir berkembang menjadi tempat pengembangan keterampilan ibu-ibu. Ada kelas kecantikan, yoga, memasak, pengelolaan uang, hingga saya juga memberikan dana pinjaman bergulir untuk usaha maksimal Rp 5 juta yang boleh dikembalikan kapan saja agar mereka nggak tergantung pada suami,” ujar perempuan kelahiran 9 Juli 1973 ini.

Tidak pernah terbayangkan oleh Maya betapa sedihnya saat melihat banyak anak-anak yang hanya ikut berdagang di jalanan seharian bersama orangtuanya. Hingga ia ingin agar anak-anak tak mampu bisa menghabiskan waktu di RBM untuk belajar.

Istri dari pengusaha Andreas Reza ini mengaku awalnya tak mudah untuk merangkul kaum ibu, anak dan lansia dari golongan kurang mampu itu. Menurut mereka, anak-anak mereka tidak cocok dan hanya buang-buang waktu berada di RBM.

Namun kondisi tersebut tak membuat Maya putus asa, dengan perjuangan tak henti akhirnya berbuah manis. Lewat penjelasan, edukasi dan sosialisasi ke masyarakat khususnya yang tidak mampu, akhirnya Maya pun berhasil mengajak anak-anak kurang mampu, ibu-ibu maupun lansia mengenyam pendidikan dan ketrampilan di RBM.

Semua program pendidikan dengan fasilitas yang terbilang ‘mewah’ lengkap dengan perlengkapan dan tempat belajar yang nyaman, kini semakin bertambah hari pun jumlah anak-anak yang mau belajar terus bertambah.

“Semua kami berikan gratis, sampai buku dan perlengkapan belajar lengkap, semua juga dikelola oleh orang yang professional,” jelas
perempuan yang pernah menjadi finalist of “The 1997 Asia Model Search” di Melbourne, Australia ini.

Jalani Bisnis dengan Berbuat Kebaikan

Maya merupakan pemilik Boutique Guest House “Elliottii” dan Presiden Direktur Tritunggal Agung Propertindo. Jika sebagian perempuan biasanya lebih menyukai bisnis yang lebih nyaman, tidak demikian dengan perempuan berdarah Jawa-Bengkulu ini.

Perjalanan bisnisnya dimulai saat ia berhenti menjadi lawyer dengan posisi terakhir sebagai associate lawyer di Dimhart & Associate Law Firm, Jakarta, pada 1996. Ia bersama sang suami mendirikan perusahaan tambang tembaga dan emas di Banyuwangi, Jawa Timur bernama PT Indo Multi Niaga pada 2005.

Bergelut dengan bisnis yang identik dengan dunia laki-laki, Maya mengaku tak takut dengan tantangan dan risiko yang bakal dihadapinya. Terlebih, ia sudah mengantongi gelar Master of International Business di Swinbume University of Technology, Melbourne.

“Saya suka tantangan dan saat terjun di bisnis ini, ya percaya diri saya. Tekun, serius dan fokus serta istiqomah, itu kuncinya. Buat saya bisnis itu tidak ada habisnya. Buat saya, berbisnis di bidang property dan tambang, jangan sampai merusak alam dan tetap berbuat baik kepada sesama,” imbuhnya.

Setelah sukses dengan bisnis properti berupa butik guest house Elliottii Residences, kini Maya tengah mempersiapkan pembangunan hotel dan kondotel berbintang lima di kawasan Cisarua, Puncak, Jawa Barat.

(uli/gur)

Dikutip dari : http://www.aura.co.id/articles/Sosialita/2090-maya-miranda-ambarsari-berdayakan-perempuan-dan-anak-tak-mampu

Leave Comment