Cerita di Balik Rumah Belajar Miranda

rumah_belajar_miranda_01

Jakarta, GATRAnews – Bagi Maya Miranda Ambarsari, sukses dalam menjalankan bisnis, sangat relatif dan tidak pernah ada titik tertinggi. Kesuksesan sangat tergantung kepada kerja keras, kerja pintar, fokus, kesempatan, dan jaringan yang terbentuk, selama seseorang menjalankan kehidupannya. Namun di lain sisi, Maya merasa memiliki kewajiban untuk menjadi manusia yang jauh lebih baik.

Salah satu upaya yang dilakukan Maya guna membentuk dirinya menjadi manusia yang lebih baik, yakni dengan berbagai kepada sesama melalui kegiatan sosial. Satu di antaranya yakni mendirikan “Rumah Belajar Miranda.

Menurutnya, “Rumah Belajar Miranda ” merupakan tempat dimana masyarakat dapat mengenyam kegiatan pendidikan, baik itu berupa Majelis Ta`lim Ummul Choir (kelas pemula, kelas menengah dan kelas mahir), Taman Pendidikan al-Qur`an Ummul Choir (TPA Kids, TPA Menengah dan Ta`lim Qur`an lil Awlad), Kursus Mr. Math (matematika), English Education Program, dan Kursus Calis (Baca Tulis), serta Taman Bacaan dan Media Library.

“Semua kegiatan belajar mengajar ini adalah bersifat sosial dan semi-sosial. Saat ini ada sekitar kurang lebih 500 orang yang terlibat kegiatan belajar mengajar,” kata Maya, melalui siaran pers yang diterima GATRAnews.

“Saya sangat bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah kepadanya dan keluarga. Rasa syukur atas apa yang diterima, membuat saya sangat berhati-hati atas segala pemberianNya. Justru dengan melimpahnya rahmat Allah, saya merasa harus menjaga agar jangan pernah berbuat ke luar `jalur`,” Maya, menambahkan.

Lebih lanjut perempuan cantik ini menjelaskan, semua yang dicapainya merupakan berkat dukungan kebaikan dan doa orangtua dan mertua. “Saya beruntung karena kebaikan mereka, saya¬† yang menikmati. Mereka menaburkan benih kebaikan kepada sesama, sehingga amalnya dan pahalanya jatuh kepada saya! Itu yang saya yakini,” paparnya.

Di sisi lain, lanjut Maya, rangkaian bisnis yang telah dirajut dan sejumlah pekerjaan sosial yang telah dilakukannya, dapat terlaksana berkat dukungan suami yang memberikan kepercayaan, dukungan penuh, dan selalu mendampingi baik suka maupun duka, serta dukungan anaknya, Muhammad Khalifah, 13 tahun.

Dikutip dari : http://www.gatra.com/budaya-1/apresiasi-1/177206-cerita-di-balik-rumah-belajar-miranda

Leave Comment